5 Syarat Kambing Aqiqah Yang Menurut Syariat Islam
Syarat kambing aqiqah harus dipahami golongan muslimin terutamanya orang-tua yang akan menjalankan Aqiqah. Sudah diketahui dalam Islam, orang-tua disarankan untuk mengakikahkan putra dan putrinya dengan cara menyembelih kambing. Aqiqah bisa dilaksanakan di hari ketujuh, ke-14, atau ke-21setelah kelahiran sang bayi.
![]() |
| Syarat Kambing Aqiqah Yang Menurut Syariat Islam |
Untuk anak lelaki diwajibkan menggunting dua ekor kambing, dan anak wanita seekor kambing. Apa syarat kambing atau domba untuk Aqiqah yang perlu disanggupi? Berikut penuturannya. Tidak ada bimbingan yang menjelaskan jenis kelaminnya. Dan persyaratan penyeleksian hewannya, lebih kurang sama dengan penyeleksian hewan untuk kurban. Yakni:
- 1. Hewan harus sehat jasmaninya, jangan cacat
- 2. Bisa betina atau jantan
- 3. Bukan hewan curian
- 4. Jika Kambing, umurnya harus minimum satu tahun (masuk tahun kedua)
- 5. Jika Domba, umurnya harus minimum enam bulan (masuk tahun ketujuh)
"Barangsiapa antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi karena itu sebaiknya dia kerjakan untuk lelaki dua kambing yang serupa dan untuk wanita satu kambing." (HR Abu Dawud, Nasa'i, Ahmad)
- Sajian
Aqiqah Hewan yang disembelih saat aqiqah sebaiknya diproses atau diolah lebih dulu jadi sajian siap makan. Kemudian, makanan itu dibagikan-bagikan ke famili dan tetangga.
Hukum Aqiqah dengan Selainnya Kambing
Ada ketidaksamaan opini berkenaan aqiqah dengan selainnya kambing. Jumhur ulama membolehkannya. Beberapa ulama tidak membolehkannya, bahkan juga mereka mengatakan tidak syah aqiqah selainnya dari jenis kambing atau domba. Al-'Iraqy rahimahullahu (meninggal dunia tahun 806 H) berbicara:
"Dan (kambing) meliputi jantan dan betina, baik dari jenis (kambing yang memiliki rambut) atau jenis (domba/kambing yang dengan bulu tebal). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pilih saat aqiqah ke-2 cucunya pilih yang paling prima, yakni domba jantan, dan ini bukanlah penekanan. Karena itu bisa dalam aqiqah menyembelih kambing betina walau dari jenis, seperti ini diperlihatkan oleh kemutlakan lafadz dalam hadist-hadist lainnya." (Tharhu At-Tatsrib, Al-‘Iraqy 5/208)
Jenis Kambing untuk Aqiqah
Berikut beberapa jenis kambing untuk aqiqah yang terdapat banyak di Indonesia, diantaranya:
- Kambing Kacang
Ini terhitung kambing lokal yang bisa secara mudah dijumpai di Indonesia. Beberapa ciri kambing ini mempunyai tubuh yang kecil dan enteng, telinga pendek, punggung meninggi dan leher memiliki ukuran pendek.
Kambing kacang betina dan jantan mempunyai sundul. Tinggi tubuh betina dewasa sekitaran 56 cm dan kambing jantan dewasa 60-65 cm. Berat kambing dewasa betina sekitaran 25 kg dan kambing jantan 30 kg.
Secara umum, kambing kacang warna hitam, putih, dan coklat atau gabungan dari 3 warna itu. Mempunyai bulu-bulu pendek di semua badan terkecuali pada ekor dan dagu, ini jadi kambing untuk aqiqah yang bisa diputuskan.
- Kambing Etawa
Ini adalah kambing yang dihadirkan dari india. Kambing Etawa sebagai pemroduksi susu dan terhitung kambing pedaging.
Kambing Etawa bertubuh yang relatif besar dengan tinggi sekitaran 90-130 cm untuk jantan dan sekitaran 92 cm untuk betina. Berat kambing Etawa jantan sekitaran 100 kg, dan betina sekitaran sampai 63 kg.
Kambing Etawa mempunyai keunikan tertentu, yakni mempunyai telinga yang terkulai ke bawah dan panjang. Kambing ini mempunyai sundul pendek untuk jantan atau betina.
Jenis kambing untuk aqiqah dari kambing Etawa ini pas cocok untuk diputuskan. Karena bisa gampang dijumpai, walau mempunyai harga yang semakin tinggi dibandingkan jenis kambing yang lain.
- Kambing Peranakan Etawa (PE)
Jenis kambing untuk aqiqah selainnya kambing Etawa ialah kambing peranakan Etawa, yang disebut hasil persilangan dari kambing Etawa dengan kambing lokal atau kambing kacang.
Jenis kambing ini menyebar nyaris di semua daerah di Indonesia. Kambing PE memiliki keserupaan dengan kambing Etawa, tetapi ukuran lebih kecil.
Beberapa ciri dari kambing PE ialah telinganya yang panjang dan terkulai, warna bulu-bulunya coklat muda sampai kehitaman. Berat yang betina sekitaran 35 kg dan kambing jantan sekitaran lebih 40 kg, dengan tinggi sampai 100 cm.
- Kambing Gibas
Selainnya jadi jenis kambing untuk aqiqah, kambing gibas kerap dipakai oleh warga Indonesia untuk sembelihan Qurban. Sama dengan namanya, ciri-ciri kambing ini memiliki ekor tipis, badan yang kecil, dan memiliki bulu-bulu yang relatif kasar. Dagingnya sendiri relatif kecil.
Ketidaksamaan Syarat Kambing Aqiqah dan Qurban
Walau terlihat sama, ada banyak ketidaksamaan syarat kambing aqiqah dan qurban sesuai syariat Islam. Salah satunya ialah:
Jenis Hewan
Hewan ternak yang dapat dipakai untuk qurban tidak hanya terbatas kambing saja, tetapi ada banyak seperti sapi, domba, unta, atau kerbau.
Dan hewan untuk aqiqah cuma dapat kambing atau domba. Syarat penyeleksian kambing bagus untuk aqiqah atau qurban hampir sama, misalnya:
- Sehat dan tidak mempunyai cacat
Berumur minimum enam bulan untuk domba, dan minimum satu tahun untuk kambing
Gigi telah poel
Jumlah Hewan
Kambing untuk aqiqah bergantung dari jenis kelamin anak yang dilahirkan. Bila anak lelaki, karena itu jumlah kambing yang disembelih ialah 2 ekor, dan anak wanita cuma 1 ekor kambing.
Dan untuk qurban, tidak ada ketidaksamaan di antara lelaki dan wanita. Tiap orang dibolehkan menyembelih berapakah ekor sama sesuai kekuatan.
Waktu Pemotongan
Ketidaksamaan syarat kambing aqiqah dan kambing qurban bisa disaksikan dari waktu pemotongannya. Menyembelih hewan qurban cuma dapat dilaksanakan di hari raya Idul Adha dan hari tasyrik saja yakni pada 10, 11, 12 dan 13 dzulhijjah saja.
Dan untuk pemotongan kambing aqiqah, sama sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW dikerjakan di hari ketujuh sesudah kelahiran.
Pemberian Daging
Salah satunya ketidaksamaan yang paling fundamental dari pemotongan kambing qurban dan aqiqah berada pada pembagian dagingnya.
Pembagian daging qurban ditangani dengan simpan sepertiga, makan sepertiga dan membagi sepertiga sisi.
Pembagian hewan qurban diberi pada keadaan mentah atau memang belum diproses. Penerimanya ialah golongan dhuafa, fakir miskin dan beberapa orang yang memiliki hak terima sedekah.
Tetapi untuk pemotongan hewan aqiqah, dapat dibagi berbentuk makanan siap sajian atau mentah dan bisa dibagi ke siapa saja, seperti tetangga, saudara, rekan, fakir miskin dan lain-lain.
Tersebut keterangan berkenaan jenis kambing untuk aqiqah yang menjadi dasar saat sebelum melakukan syariat Islam untuk anak yang baru lahir itu.

Comments
Post a Comment